Kakawin Kuñjarakarna
Kakawin Kuñjarakarna ditulis oleh seseorang yang disebut Mpu Dusun. Kakawin ini diperkirakan ditulis pada abad ke-15 Masehi, yang memuat ajaran Buddha Mahayana.
Kakawin Kuñjarakarna menceritakan seorang yaksa, semacam raksasa yang bernama Kuñjarakarna. Kakawin dimulai dengan manggala yang diikuti dengan sebuah deskripsi tentang gunung Mahameru di mana Kuñjarakarna sedang bertapa supaya pada kelahiran berikutnya ia bisa bereinkarnasi sebagai manusia berparas baik. Kemudian ia datang menghadap Wairocana dan diperbolehkan menjenguk neraka-tempat batara Yama.
Di sana dia mendapat kabar bahwa temannya Purnawijaya akan meninggal dalam waktu beberapa hari lagi dan disiksa di neraka. Kunjarakarna menghadap Wairocana untuk meminta keringanan. Akhirnya dia diperbolehkan memberi tahu Purnawijaya. Purnawijaya terkejut ketika diajak melihat neraka. Lalu ia kembali ke bumi dan berpamitan dengan istrinya, sang Kusumagandawati. Akhirnya ia mati tetapi hanya disiksa selama 10 hari dan bukannya seratus tahun. Lalu ia diperbolehkan kembali hidup. Cerita berakhir dengan bertapanya Kunjarakarna dan Purnawijaya di lereng gunung Mahameru.