(Sumber: Buddhazine)
Kesusastraan Jawa Kuno
Kesusastraan Jawa Kuno adalah tradisi tulis yang berkembang dari abad ke-9 hingga ke-16 Masehi (periode Hindu-Buddha) di Jawa, yang ditulis dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno) dan diwariskan melalui prasasti serta naskah lontar. Karya-karya ini menjadi landasan penting sejarah Nusantara, bahkan istilah filosofis seperti Bhinneka Tunggal Ika berasal dari periode Jawa Kuno ini.
Jenis Karya Sastra
📓 Kakawin

Kakawin adalah karya sastra Jawa Kuno berbentuk sajak atau puisi yang mengadaptasi teknik persajakan kawya dari India Kuno. Teknik persajakannya menggunakan aturan wreta dan canda untuk menentukan jumlah suku kata dalam setiap larik, serta guru dan laghu untuk menentukan panjang-pendeknya suku kata yang dinyanyikan. Selengkapnya
📓 Kidung

Kidung adalah karya sastra Jawa Kuno berbentuk sajak atau puisi, yang tidak mengadaptasi dari India kuno sebagaimana kakawin. Teknik persajakannya menggunakan aturan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan, yang merupakan cikal bakal dari macapat dan geguritan. Selengkapnya
📓 Parwa

Parwa adalah karya sastra Jawa Kuno yang berbentuk prosa, tidak terikat oleh aturan metrum tertentu. Karya sastra yang termasuk dalam jenis ini adalah epos Mahabharata atau dikenal dengan nama Astadasa Parwa. Selengkapnya
Kategori Khusus
📓 Itihasa

Itihasa adalah wiracarita yang menjadi dasar pengembangan sastra Jawa Kuno, yang disadur dari epos India, Ramayana dan Mahabharata. Karya sastra itihasa dapat ditemukan baik dalam bentuk parwa maupun kakawin. Dalam perkembangannya, sejumlah relief candi di Nusantara menggambarkan beberapa adegan dari wiracarita tersebut.
📓 Majapahit

Naskah-naskah Majapahit adalah himpunan karya sastra yang dihasilkan atau terkait dengan era kerajaan Majapahit, sebagai salah satu kerajaan yang berperan penting terhadap perkembangan kebudayaan Hindu-Buddha di Jawa. Selengkapnya